Disana…kenapa air
matamu terbuang ke bumi. Semua sudah menjadi jalan hidup kita, jalan panjang
yang harus kita lalui meskipun kita punya pilihan untuk berhenti dan berputar
arah kembali ketitik awal nan jauh dibelakang sana. Percuma kau akan lakukan
itu.. air mata orang-orang yang telah mebesarkanmu akan membanjiri bumi yang
tak gersang lagi, belum lagi kau akan dihadapkan kepada pilihan untuk berbakti
atau berlari.
Sudahlah, simpan
air matamu untukku. Tak perlu sedu sedan itu…semuanya harus kita jalani. Jalan
yang akan kita lalui mungkin tak akan pernah sama lagi seperti dulu, tapi kita
punya Maha Penentu. Jangan kau salahkan Beliau..tak ada guna, karena Beliau
Maha Benar. Tak perlu juga kau menyesali..karena Imam kita tidak mengharapkan rasa
penyesalan berkepanjangan..yang harus kita lakukan hanyalah bersyukur dan
menyukuri dan ikhlas menjalani dan selalu bersujud meninggikan pengharapan.
Aku disini, dan
selalu disini ditempat sama dimana aku berdiri menantimu dan akan terus
menantimu kembali berputar arah meninggalkan jalan yang pernah kau lewati untuk
kembali ketitik awal dimana kita akan berjalan bersama. Karena engkaulah
pemilik hatiku sebenarnya, dan akan selamanya, Kirana, sadarkah kau ataukah kau
belum memahaminya? Dan aku akan berada disini menantimu memahami semuanya.